Slide show

[Esai][slideshow]

Riview Isi Buku; Bahagia, Kenapa Tidak Part IV

Ilustrasi by Faiz Shihab 


Identitas Buku

Nama Buku : Bahagia, Kenapa Tidak?
Penulis : Reza A.A Wattimena
Penerbit : Penerbit Maharsa -Yogyakarta
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 43 s.d 51

Review

Bab- Kebahagiaan, Bahasa & Dunia yang Terbalik 

Dua persoalan di Indonesia yang sampai hari ini (Ketika buku ini terbit) belum terselesaikan. Pertama, pemerintah menarik pajak & beragam uang ilegal sementara korupsi dari semua tingkatan tetap saja tinggi. Kedua, persoalan pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum terselesaikan dan seakan tidak ada upaya untuk di ungkap. 

Dalam kondisi demikianpun rakyat seolah diam tidak melakukan tindakan. Alasan pemdiaman rakyat setidaknya ada dua hal; pertama, sudah muak dengan keadaan yang tidak pernah ada perubahan, kemudian kemuakan tersebut di wariskan kepada generasi berikutnya. Kedua, merasa tidak berdaya dengan keadaan yang ada, merasa bahwa mereka tidak memiliki kekuatan politik apapun untuk merubah keadaan. Akibatnya melahirkan rakyat yang pasif, menutup mata dan apatis dengan segala keadaan yang melanda negaranya. 

Bahasa Politik 

Noam Chomsky seorang tokoh Bahasa dan kritikus kebijakan luar negeri Ameikan Serikat mengatakan bahwa argument atau bahasa politik dari pemerintahan yang korup selalu bersayap. Dalam artian selalu bermakna ganda yaitu makna sebenarnya dan makna sebagai kata doktrinal untuk melanggengkan kekuasaan dan Tindakan korupsinya. 

Demokrasi yang Tidak Demokrasi 

Demokrasi merupakan system dimana rakyat bisa ambil bagian dan bermakna dalam tata kehidupan bernegara. Akan tetapi kenyataan, kekuasaan politik ditentukan oleh perusahaan-perusahaan besar dan para kerabatnya dan kerapkali menggunakan jubah agama. Demonstarasi dan menyuarakan pendapat kerapkali dianggap sebagai pengacau. 

Pola semacam ini juga diperankan oleh kebijakan politik luar negeri AS, upaya memperjuangkan kepentingan lokal selalu ditindas. AS segera mengirimkan militer untuk meredam gerakan tersebut atau mengadu domba. Dalam sisi ekonomi AS melakukan embargo terhadap negara yang melakukan hal demikian. Sehingga pemiskinan karena terasing dari ekonomi global pun tidak dapat terhidarkan, akhirnya negara tersebutpun menyerah. 

Sebagai contoh untuk di Indonesia sendiri Ketika Soekarno memperjuangkan kepentingan lokalnya dengan segala sesuatu harus di urusi negara. AS menggerogoti sampai pada akhirnya digantikan oleh Soherato yang mendapat sokongan militer dan finasial dari Amerika tersebut. Sejak Suharto berkuasa tersebutlah keran ekonomi Nasional mulai dikendalikan oleh pihak asing. Pertambangan dikuasai emas dan lainnya dikuasai Amerika Serikat dan Otomotif dikuasai jepang dengan dukungan AS. 

Pasar Bebas yang Tidak Bebas 

Pasar bebas merupakan jargon ekonomi politik AS dalam memenangkan ekonomi global. Doktri tersebut mencakup semua orang bebas melakukan perdagangan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Di AS sendiri perusahan-perusahan yang ada didorong oleh uang pajak dari rakyat dan diselamatkan ketika mereka rugi. 

Sementara itu untuk negara lain AS memaksa untuk membuka keran pasar bebas tersebut dengan berbagai kebijakan ekonomi internasional. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan organisasi keuangan tersebut. Di Indonesia sendiri ketika perusahaan pribumi harus bersaing dengan perusahaan pribumi sendiri dan perusahaan AS yang sudah diperkuat oleh negaranya dengan kebijakan moneter internasional. Hasil persaiangan tersebut sudah bisa kita tebak bahwa perusahaan nasional kita kalah saing dan akhirnya bangkrut. 

Pertahanan yang Aggresif 

Menurut Chmsky kata yang bersayap adalah kata pertahanan. Kita lihat bagaiman yang dilakukan AS kepada Vietnam dengan mengirimkan pasukan tentara dengan dalih pertahanan. Apakah pertahanan dengan mengirim pasukannya untuk menyerang ? disamping itu di Indonesia sendiripun pertahanan yang dilakukan AS adalah dengan mengirim bantuan dan pasokan untuk memberangus PKI & pendukung Soekarno. Inilah yang membuat orang tidak hanya di Indonesia bahkan di dunia merasa muak dengan potret politik. 

Bab- Kebahagiaan, Kapitalisme & Revolusi 

Kesenjangan sosial semakin menjadi-jadi, jarak antara miskin dan kaya semakin jauh. Ketika kemiskinan sudah sangat jauh tenggelam maka melahirkan problem sosial yang lain. Akar utama adalah kesenjangan sosial. 

Kapitalisme yang Bebas 

Ide besar dari kapitalisme adalah perputaran modal, bagaimana menghasilkan untung dari modal yang sangat kecil kemudian untung tersebut dimodalkan kembali. Justru inilah yang menghasilkan kesenjangan, abad 21 ini merupakan dampak dari krisis yang dihasilkan oleh kapitalisme. Karena kapitalsime sudah kebablasan tanpa ada satu sistem atau lembaga yang mampu mengatur. Memang watak manusia sendiri adalah makhluk yang serakah jika tidak mampu mengontrol dirinya dan jatuh pada diperbudak hasrat kekuasaan. 

Kapitalisme sebagai Revolusi 

Sistem ekonomi kapitalisme merupakan sebuah upaya perlawanan terhadap system sebelumnya yang lebih tua. Sistem tersebut adalah feodalistik yang mana modal atau alat produksi berada pada tangan-tangan tertentu dan menerimanya melalui warisan. Hal tersebut dianggap menghalangi perputaran modal untuk berkembang, maka munculah kelas sosial baru yaitu kelas pedagang yang berambisi untuk mengembangkan kekayaannya secara tidak terbatas. Kemunculan kapitalisme tersbut dicirakan dengan adanya revolusi industri di Inggris dengan penemuan mesin uap dan beberapa negara Eropa Barat. 

Oligarki 

Penyebab sakitnya kapitalisme sebagai semangat revolusi adalah oligarki. Oligarki adalah segelintir orang yang mempunyai modal besar yang mampu mempengaruhi kebijak politik baik nasional maupun internasional. Kehadiran oligarki ini merusak sistem ekonomi dunia, bahkan kapitalisme pun akan menggali kuburannya sendiri. 

Revolusi dan Pendidikan 

Jawaban bagaimana melahirkan semangat revolusioner adalah dengan melawan oligarki ini. Namun perlawan terbaik akan terwujud ketika menggunakan perencanaan dan pelaksanaan yang bermutu. Itu semua bisa didapat jika kepribadian manusia yang ada memiliki mutu yang tinggi. Manusia tersebut dihasilkan dari Pendidikan yang bermutu. 

Pendidikan yang bermutu dilahirkan dari sistem Pendidikan yang bermutu pula. Bukanlah Pendidikan yang mengutamakan hafalan yang dogmatik yang justru membunuh daya berpikir. Tetapi suatu pola yang dikembangkan untuk memberikan peserta didik bertanya, menganalisis, berpikir kreatif dan tentunya harganya murah.

No comments:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]