Slide show

[Esai][slideshow]

Riview Isi Buku; Bahagia, Kenapa Tidak Part III



Identitas Buku
Nama Buku : Bahagia, Kenapa Tidak?
Penulis : Reza A.A Wattimena
Penerbit : Penerbit Maharsa -Yogyakarta
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 32 s.d 42

Review

Bab- Kebahagiaan In-telek-tual 

Revolusi kemerdekaan Indonesia selalu bersentuhan dan diawali oleh kaum intelktual. Mereka adalah kaum terdidik yang memberikan arti sekaligus semangat untuk kemerdekaan. Akan tetapi kiprah posistif tidad jarang disusii oleh kaum in-telek-tual. Telek dalam Bahasa jawa adalah kotoran, kotoran ini kadang menyusupi mereka. 


Panca in-telek-tual 


Kaum in-telek-tual ini dapat dilihat dari lima ciri yaitu; pertama, percaya diri bakal ada yang mengikuti, atau malah over karena meresa memiliki gelar akademik atau keturunan. Kedua, bersikap seperti bangsawan dengan keangkuhannya. Ketiga, bersikap seperti artis atau publik figur. Keempat, mereka mudah sekali untuk disuap. Kelima, mereka selalu ingin dekat dengan penguasa. 


Pintar Membedakan 


Seorang kaum intelektual berbeda dengan kaum in-telek-tual mereka terkadang memiliki gelar akademik bisa juga tidak. Namun yang menjadi perbedaan yang mencolok adalah sikap kelembutan dan ketulusan hatinya. Disamping itu apa yang disampaikan seorang intelektual biasanya terdengar oleh hati dan dapat diterima oleh akal. 

Bab- Kebahagiaan dan Rekonsiliasi 

Konflik merupakan sebuah keniscayaan, juga konflik merupakan akar dari penyakit psikis. Akar terdalam dari konflik sendiri adalah perubahan. 


Perubahan dan Rekonsiliasi 


Setiap perubahan selalu mengahsilkan korban yaitu orang yang tidak dapat menyesuaikan diri. Dari korban tersebut maka akan memnuculkan ancaman baru bagi keadaan yang baru tercipta. Maka, penting menciptakan Rekonsiliasi atau berupaya untuk mencipta perdamian. 


Prinsip-prinsip Rekonsiliasi 

  • Keadilan dan ingatan
  • Pengakuan dan distribusi
  • Reparasi dan pengampunan
  • Keterlibatan dan harapan
  • Masa lalu dan masa depan 
Peran agama dan budaya 

Agama di Indonesia memiliki ide rekonsiliasi. Islam dengan budaya maaf-maafan lebarannya dan katolik dengan istilah sakramen-nya yaitu tindakan memaafkan merupakan tindakan ilahi. 


Dalam kehidupan 


  • Rekonsiliasi diri

Manusia perlu untuk berdamai dengan dirinya supaya dia dapat menyadari bahwa dirinya harus dapat berubah untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Disisi lain dia harus 

  • Rekonsiliasi Sosial

Orang perlu melakukan rekonsiliasi dengan pihakpihak lainnya. Segala rasa benci dan dendam, akibat peristiwa di masa lalu perlu untuk dipahami dan kemudian dilampaui. 

Bab-Kebahagiaan…Sepak Bola 

Duni sepertinya memang jatuh pada sepak bola, beragam orang dari berbagai negar memainkan permainan yang satu ini. Bagi sebagian orang sepak bola menjadi agama yang lebih masuk akal dibandingkan dengan agama-agama lain yang terdahulu. 


Kultur Masyarakat 


Menurut Nils Havemann sepak bola adalah sebuah kultur masyarkat, kultur dalam arti ini adalah cara hidup masyarakat. Disamping itu sepak bola adalah cerminan masyarakat. Jika oraganisasi sepak bola di satu negara sehat berarti sehat pula negar tersebut. 


Menjadi Bagian Kelompok 


Sepak bola membantu sesorang untu menjadi bagian sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Atau dalam bahas lain disebut dengan identifikasi. Akibatnya individu menjadi merasa kuat untuk menghadapi tangtangan dan dapat mengusir rasa sepi yang hingga. Disisi lain sepak bola adalah proses identifikasi diri yaitu merasakan bahwa dirinya bagian dari kelompok. Sehingga dapat memberikan rasa percaya diri untuk melewati hidup. Dalam prosesnya sepak bola melahirkan idola yang menjadi panutan sehingga melahirkan nilai baru. 


Uang dan Kekuasaan 


Citra sepak bola terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika uang mengontrol produksi dan komoditi maka begitupun dengan sepak bola. Padahal Michael Sandel menuturkan bahwa uang menurukan nilai dari sesuatu benda, mencipta ketidak adilan apalagi bagi mereka yang tidak memiliki. 

Terkadang sepak bola juga dijadikan pencitraaan agar aktifitas bisnis illegal dapat dijalankan. Bahkan ada yang menjadikan sepak bola sebagai citra untuk meraih kekuasaan. 


Sikap Ekstrem 


Sepak Bola juga dapat melahirkan sikap nasionalisme ekstrim, seperti contohnya rasisme. Kasus rasis dalam sepakbola memiliki sejarah yang sangat Panjang dan masih bertahan sampai saat ini. 


Agama? 


Jika dikatakan sebagai sebuah agama sepak bola tidak memiliki pandangan hidup yang menyeluruh. Hanya sepak bola menawarkan kebebasan dan makna. Kebebasan dalam memilih tim mana yang akan kita pilih tanpa ada paksaaan. Makna adalalah sajian pertandingan dilapangan yang menarik. Seperti agama klasik lainnya sepak bola dapat menyatukan manusia akan tetapi dapat mendatangkan perang 

Penulis : Muhamad Dadan N

No comments:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]