Slide show

[Esai][slideshow]

PSBB Tidak Akan Efektif Jika Tidak Dibarengi Test Masal Covid-19


Photo: Ahmad Zakaria 

Garut. Kunci utama yang tidak boleh diabaikan jika dalam Penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten Garut jika ingin efektif dan menuai sukses adalah akses Rapid Test yang dipermudah untuk masyarakat atau kalau bisa Rapid Test Covid-19 secara masal di beberapa kecamatan yang warganya sudah tertular Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Agus Barkah, M.Si. dosen Universitas Garut sekaligus pemerahati sosial kepada kami melalui sambungan WhatsApp Jum’at (01/05/2020).

Pria yang lebih akrab dipanggil Abar ini mengungkapkan; tidak bisa hanya mengandalkan penerapan regulasi PSBB secara tegas, tapi harus ada instrument lain yang mampu mendeteksi penyebaran covid-19 salah satunya yaitu akses Rapid Test Covid-19 yang dipermudah sebagai bentuk screening massal

“Saya berharap Pak Bupati Garut bisa mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat Rapid Test dan alat pengukur suhu tubuh yang nantinya bisa didistribuikan ke lembaga-lembaga non pemerintah tingkat kecamatan, desa bahkan tingkat RW” ungkap Abar

Screening massal dengan mempermudah akses rapid test ini sangat penting agar tidak timbul kebingungan di tengah masyarakat yang berpotensi konflik sosial.  Seperti apa yang terjadi di Pameungpeuk, itu karena kurangnya pengetahuan masyarakat sebagai akibat dari sulitnya mendapatkan informasi dan kejelasan tentang status seseorang apabila dia dinyatakan ODP, PDP, Positif. Bahkan jika sesorang meninggal akan menimbulkan kecurigaan dan kebingungan di tengah masyarakat. Bahkan sekarang timbul istilah baru Orang Tanpa Gangguan (OTG) dimana orang yang positif corona tidak selalu menunjukan gejala-gejala untuk itu perlu dilakukan screening masal dalam menunjang gerakan PSBB di Kab. Garut.

Abar juga mengungkapkan; pola screening massal menggunakan Rapid Test yang dipermudah bisa dijadikan landasan dasar untuk menciptakan rumah-rumah karantina bagi ODP atau PDP. Hal tesebut akan mempermudah penanganan upaya pencegahan penularan Covid 19 serta masyarakat tidak dihantui dengan ketakutan dan kebingungan yang berlebihan.

"Memang harus ada satu formula tepat untuk memutus penularan covid-19, PSBB  saja tentu saja  tidak akan cukup. Harus PSBB ditambah Rapid Test Covid-19 yang massif setelah itu contact tracing, plus ukur temperatur, plus restriksi perjalanan bahkan jika perlu ciptakan rumah-rumah karantina bagi ODP dan PDP.” Tutur Abar

Abar mengaku  bahwa pernyataan ini seperti yang telah dianjurkan oleh Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus yang berulang kali menegaskan bahwa tes massal adalah perlawanan utama terhadap Covid-19.

"Cara paling efektif untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa adalah memutus rantai penularan. Dan untuk melakukan itu, kita harus melakukan tes (Covid-19) dan isolasi." Tutup Abar.

Memang penanganan wabah pandemi yang melanda perlu dirumuskan penangan yang serius dan mendalam. perlu dipertimbangkan berbagai aspek tertutama dampak sosial di masyarakat agar wabah tersebut dapat diminimalisir dampak lain yang ditimbulkan (Ahmad Zakaria/Muhamad Dadan N)

1 comment:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]