Slide show

[Esai][slideshow]

Marjinalisasi Perempuan dalam Ruang Pendidikan

Ilustrasi by HUMANIS KMFIB UNHAS


Oleh: Mulyani 


Seketika saya mendengar kata ‘’perempuan’’ yang terlintas di benak saya adalah jeritan, merengek, ketidakadilan, subordinasi, marjinalisasi, objek seksualitas,and many else. Perempuan sering dianggap hanya dan hanya objek kehidupan, mereka jarang di berikan haknya, dalam artian hak mendapatkan apa yang seharusnya manusia dapatkan. Manusia berkonotasi mahkluk hidup yang terdiri dari dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan.

Perempuan seharusnya mendapakan pengakuan tidak hanya dari dirinya sendiri tapi dari masyarakat. Budaya patriarki yang menyebabkan perempuan yang tidak mempunyai kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Alhasil, dia tidak bisa menjadi apa yang seharusnya dia ingginkan karena keterbatasan pandangan masyarakat. 

Pandangan tersebut yang paling memberikan dampak masih mengakar sampai hari ini, bahwa perempuan itu tidak perlu menjadi pemimpin. Disisi lain doktrin perempuan tidak perlu merintis pendidikan yang tinggi, tidak perlu ikut serta dalam problem sosial, dan lain sebagimana. Hal ini yang disebut dengan marjinalisasi atau peminggirran. Marjialisasi ini bisa membuat seseoraang miskin, miskin secara ekonomi maupun pengetahuan.

Ketidakadilan terhadap perempuan sudah terjadi sejak abad dahulu hingga saat ini. Berbicara tentang budaya patriarki yang sudah melekat pada masyarakat seolah-oleh pemimpin hanya (boleh) laki-laki. Keberadaan laiki-laki yang dianggap lebih tinggi berimbas dalam Pendidikan akan berimabas pada pendidikan perempuan dan perendahan dalam ruang sosial. Contohnya perempuan yang tidak di beri ruang dalam pendidikan hanya akan mengurus pekerjaan domestik seperti mengurus anak,melayani dan meyenagkan suami, memasak, membersihkan rumah serta lain sebagainya. Hal tersebut terjadi karena masyarakat memandang bahwa tugas perempuan hanya menjadi seorang ibu rumah tangga.

Tentu saja hal seperti itu pada nyatanya yang dirugikan adalah pihak perempuan. We have to recognize about this, apalagi pada saat ini kita bearada pada masa covid-19. Wabah panedemi ini, telah bedampak pada semua hal salah satunya pembagian tugas dalam keluarga. Perempuan mengurus rumah, anak, melayani suami sedangkan suami hanya mencari nafkah atau pekerjaannya hanya di luar. Masalah terbesarnya bagaimana jika si suami tersebut tidak dapat mencari nafkah di luar seperti saat ini, sedang perempuan harus tetap dengan aktifitas rumahnya. 

Kondisi pandemi memaksa setiap orang untuk menjalankan aktifitasnya di rumah. Maka perempuan akan mendapaatkan beban ganda. Anak perempuan akan lebih banyak digunakan tenaganya karena anggapan masyarakat patriarki bahwa anak laki-laki sebagai kepala rumah tangga (pencari nafkah) sedangakan perempuan akan menjadi ibu rumah tangga ketika sudah menikah.

Oleh karena itu, Menumbuhkan kesadaran untuk memulyakan perempuan dengan memberikan ruang pendidikan merupakan upaya agar terjadi kesalingan dalam segala aspek kehidupan. Perempuan yang berpendidikan tinggi bukan berarti meyaingi atau mengalahkan laki-laki. Akan tetatapi perempuan yang setara Pendidikan diharapkan dapat menyeimbangi dan menyelaraskan kehidupan agar terbentuknaya peradaban yang lebih baik. Selain daripada itu, seorang keterunan yang cerdas tidak dapat dihasilkan dari ibu yang tidak terpelajar, pendidikan adalah sarana agar hidup lebih terpelajar (-ed).

“Tidak aka nada keadilan sejati tanpa adanya keadilan antara perempuan dan laki-laki”
Tentang Penulis: 

Penulis merupakan mahasiswi Institut Pendidikan Indonesia dengan mengambil konsentrasi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Aktif sebagai pengurus salah satu tingkatan kepengurusan organisasi Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama di Kabupaten Garut, juga sebagai Anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Bahasa Sosial Komisariat Institut Pendidikan Indonesia. Pernah mengeyam pendidikan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Garut.

1 comment:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]