Slide show

[Esai][slideshow]

FATAL !!! MELUPAKAN EKONOMI KIAYI DI TENGAH PANDEMI


Photo Aceng Fuad


Penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah menuai banyak apresiasi dan kritik dari masyarakat. Semua aspek kebijakan yang diambil selalu menjadi bahan perbincangan hangat. Aspek ekonomi mejadi sorotan ketika pemerintah dalam hal ini sebagai penanggung jawab kebutuhan pokok ketika pemberlakuan PSBB. 

Kabupaten Garut sendiri pada Hari Rabu (06/05/2020) telah menerapkan PSBB parsial mencakup 14 Kecamatan. Sesuai peraturan yang ada pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak dan memiliki resiko sosial akaibat pemberlakuan PSBB. 

Aceng Fuad Hasyim salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Garut memberikan apresiasi kepada pemerintah dari semua lapisan yang telah bersama-sama berusaha memberikan yang terbaik dalam penangan Covid-19. 

“saya berterima kasih terhadap pemerintah dari mulai pemerintahan pusat, provinsi, daerah dan desa yang telah bekerja keras menangani wabah pandemi terutama dalam aspek ekonomi, yang hari ini menggelontorkan bantuan kepada sebagian masyarakat yang terdampak covid-19, Meskipun dilapangan terjadi beberapa polemik, saya pikir wajar karena urusan data masih lemah di negara kita” Ujar Aceng Fuad Kepada kami melalui sambungan WhatsApp pada Hari Rabu (06/05/2020). 

Namun, Aceng sangat menyangkan jika penangan dampak ekonomi tidak memperhatikan para kyai 

“sangat fatal sekali jika tidak memperhatikan apalagi sampai melupakan ekonomi para kyai. Kita tahu para kyai mendapatkan penghasilan dari aktifitas seremonial keagamaan dan kegiatannya mengajar itu pun tidak besar. Sekarang ketika sudah dibatasi seperti ini dari mana mereka mendapatkan penghasilan” ucap Aceng 

Aceng menambahkan bahwa para kyai layak mendapat sebuah perhatian, meskipun tidak harus mengesampingkan masyarakat dengan ekonomi tingkat bawah. 

“Para kyai ini memiliki andil besar dalam mengankan negara dari berbagai ancaman ideologi, selain dari pada itu peran dari mereka sangat sentral dalam kelansungan hidup masyarakat, masa kita tidak berterima kasih dengan memberikan sedikit hak special bagi mereka yang mengabdi kepada negeri tanpa pamrih dan tanpa menerima tunjangan. saya harap, dari mulai pemerintah, para agnia, juga masyarakat memikirkan akan hal itu” tutup Aceng.


Semenjak anjuran physical distancing kepada masyarakat memang kegiatan seremonial keagaamaan dibatasi malahan untuk zona merah dihentikan. nada sumbang mulai terdengar dari beberapa kyai terlebih yang ada di pedesaan yang tidak memiliki mata pencaharian lainnya selain daripada mengajar ngaji. (Muhamad Dadan Nurdani)

No comments:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]