Slide show

[Esai][slideshow]

Covid-19 Mengancam Perekonomian Global

Ilustrasy by atap literasi kreator


Oleh: Dede Bahtiar
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Achmad Yani Cabang Kota Cimahi

Kasus di wuhan, China, menjadi pembuka kisah yang cukup meresahkan, tidak terkecuali bagi warga Tanah Air. Betapa tidak, sejumlah WNI, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja berada di wuhan dan sejumlah provinsi di “negri tirai bambu” tersebut saat wabah ini mulai mengguncang dunia. Kekhawatiran ini memuncak tatkala WNI dari China dipulangkan ke Tanah Air. Kepulagannya pun sempat menuai pro dan kontra lantaran mereka sempat dikarantina di kepulauwan Natuna resistensi atau penolakan warga di Natuna sangat beralasan dan kini seakan menjadi kenyataan ketika wabah ini menyebar ke penjuru dunia dan telah merenggut ribuan jiwa. Hingga kamis (19/03/2020), di indonesia. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan 25 orang meninggal dunia akibat serangan Corona. Kecemasan di masyarakat semakin tidak bisa di hindari. Langkah nyata dari pemerintah berupa pembatasan aktivitas di luar dan menjaga jarak dengan orang lain (social distancing) ketika berada pada tempat umum merupakan sinyal peringatan bahwa Covid19 harus secepatnya diredam agar tidak meluas. Terlebih lagi hingga hari ini masih menimbulkan kepanikan. 

Saya rasa surat kabar sebagai pembawa pesan atas suatu peristiwa atau fenomena memiliki misi untuk menduduki persoalan Corona hingga mejadi gamblang kepada masyarakat. Dalam pantauan pemberitaan terhadap enam surat kabar nasional, setidaknya terdapat sejumlah persoalan terkait Corona. Pertama, secara umum surat kabar berita pada awal meledakannya kasus ini sangat mengangkat persoalan terkait Corona ini. Peningkatan jumlah korban yang boleh dikatakan seperti deret ukur dan terjadi sangat cepat meluas ke sejumlah negara lainnya, menjadi titik awal bagi kita untuk membedah serangan virus ini sebagai persoalan bencana internasional. Penyebaran virus Corona sangat cepat menular dari orang lain ke orang lainnya, dan negara-negara yang lebih jauh jaraknya dari Wuhan, China, terkena dampaknya juga dari virus baru yang bernama Coronavirus (Covid19). 

Pada (19/03/2020) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES-RI), Negara-negara yang terkena Coronavirus (Covid19) diantaranya : Italia, Spanyol, iran, jerman, swis, inggris, amerika, korea selatan, belanda, dan prands. Jumlah kematian di negara mereka pun begitu mengerikan tingkat kematiannya yang semakin hari semakin bertambah dan bahkan di negara italia dalam sehari bisa mencapai 350 jiwa yang meninggal karna Wabah Coronavirus (Covid19) dikarnakan warganya sendiri tidak mengikuti himbauan dari pemerintah dan medis terkait resiko dan tingkat penyebarannya yang begitu cepat. Tidak hanya di negara italia dan china tingkat kematian, ODP dan PDP yang semakin hari semakin bertambah, di negara Asia Tenggara salah satunya Indonesia, Updet Senin (23/03/2020) Jumlah pasien positif terinfeksi Coronavirus (Covid19) kembali bertambah menjadi 579 orang. 

Meningkatnya kasus kematian yang disebabkan oleh Coronavirus (Covid19) yang mengancam nyawa semua orang dengan penyebaran yang begitu cepat meluas, maka dari itu pemerintah dan medis juga sudah melalukan himbauan agar masyarakat indonesia tidak keluar rumah dan bepergian jauh jika tidak ada hal yang penting sekali lebih baik di rumah melakukan (Social Distancing). Selain dari pada mengancam kesehatan manusia wabah ini, secara otomatis juga mengancam perekonomian global. Dapat kita lihat Bagaimana potensi kerugian ekonomi global akibat wabah ini yang sudah disusun untuk Anda kalau kita amati merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dan ada wabah Coronavirus (Covid19) yang melanda saat ini tentu ini akan ada Efek domino dan juga bagaimana pukulan terhadap berkembangnya ekonomi secara global dan karena memang seperti yang kita ketahui bahwa sepertiga dari pertumbuhan ekonomi global ini juga berasal dari negeri tirai bambu dan kita lihat apa kemudian konsekuensi logis yang harus menjalani atau diterima oleh sejumlah negara seperti negara-negara yang berada di Asia Tenggara dalam bidang pertanian. 

Bagaimana mencari potensi kerugian ekonomi akibat Coronavirus (Covid19) ini dari persentase ekonomi global akan berada pada posisi atau persentasenya minus 0,4% dengan potensi kerugian ekonomi ini berada di 347 Miliar Dolar. Sekarang untuk Tiongkok sendiri kita ketahui kerugian sebesar 1,7% dari PDB dan kalau kita bicara angka ini bisa mencapai 237 dolar sementara negara-negara Asia lainnya termasuk Indonesia ini ada potensi kerugian PDB minus 0,5 atau secara angka yang berada di 42 miliar dolar. Coba lihat bagaimana dampak ekonomi akibat virus Corona ini untuk beberapa negara yang paling dekat dengan Tiongkok, kawasan Asia saja terlebih dahulu ada beberapa negara kalau untuk persentasenya di Thailand dan juga di Singapura ini cukup tinggi angka kerugian yang dikeluarkan oleh bank, dapat mencapai minus 1, 11%. 

Kenapa Mungkin ini menjadi tinggi, karena memang kita tahu bahwa populasi Negara Tiongkok yang terbesar, serta Thailand yang menjadi salah satu negara yang memang banyak dikunjungi oleh warga Tiongkok berikut di Singapura juga minus 0,57%. Ini dampak dari ekonomi akibat virus Corona yang terjadi dan berlangsung saat ini dan sementara untuk Indonesia dan Malaysia berada di rentang persentase yang hampir bersamaan minus 0,2% dan minus 0,23% sementara untuk Tiongkok sendiri ini berada di minus 0,76%. 

Kemudian sektor terdapat virus Corona seperti yang sudah dijelaskan bahwa ada Efek domino yang kemudian bisa di akibatkan dari wabah yang tengah berlangsung ada bisnis perdagangan dan layanan publik ini mendapatkan kerugian diperkirakan 94 dolar dan sementara untuk agrikultur pertambangan ini berada di angka 32 miliar dolar dan sementara untuk manufaktur dan kontruksi ini di 73 miliar dolar dan sementara untuk hotel dan restoran ada di 19 miliar US Dollar. Kita lihat Bagaimana penanganan dan apa implikasinya terhadap Indonesia walaupun angkanya masih minus tapi kemudian dengan protokol yang tadi sudah di dikeluarkan oleh pemerintah melalui KSP ini kemudian tentu bisa meminimalkan semua dampak-dampak yang tentu akan bisa membuat ekonomi ini menjadi semakin terpuruk. 

Kemudian, kekhawatiran wabah virus yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi ekonomi global serta dapat mengguncang pasar saham di seluruh dunia. Lembaga dan perbankan besar bahkan telah memprediksikan tentang kondisi ekonomi global. Salah satunya Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Dalam hal ini, berdampak juga pada jumlah pengangguran yang semakin bertambah. Hemat saya, seharusnya pemerintah melakukan beberapa hal untuk memitigasi coronavirus (Covid19) yang telah menjadi pandemi global ini seperti, pengalokasian dana untuk masyarakat pengangguran terbuka ataupun bagi mereka yang kehilangan pekerjaan nya karena wabah ini. Minimal untuk bertahan hidup kurang lebih tiga bulan ini.

No comments:

Silahkan diapresiasi

prosa

[Prosa][stack]

Perempuan

[Perempuan][grids]

Resensi

[Resensi][btop]